The Lion King, Nostalgia Masa Kecil dan Visual Yang Ciamik
Author
Cak Lihat
Date
13 Okt 2019
Views
25

Source

Untuk jalan cerita memang serupa dengan versi animasi karena menurut saya jika mengubah cerita berpotensi merusak sebuah mahakarya Disney yang indah. Jadi tidak begitu banyak kejutan yang akan kamu temui jika fans versi animasi. Bonusnya film ini benar-benar mengajak bernostalgia masa kecil. 

Walau sama persis, Jon menyelipkan beberapa perbedaan ringan seperti di lagu Be Prepared yang dibuat lebih gelap dari animasi.  Kemudian saat Simba dan Nala muda saat mengunjungi kuburan gajah, mereka diserbu puluhan hiena sementara animasi hanya tiga. Perbedaan lainnya harus kalian yang mencari tahu di layar lebar. 

Salah satu keunggulan The Lion King (2019) yaitu visualnya. Kita melihat versi animasi kini melihat singa dan binatang sungguhan yang begitu nyata. Belum lagi pemandangan yang menakjubkan, seperti batu raksasa rumah mereka serta langit penuh bintang dan langit senja.

Pengisi suara The Lion King (2019) tampil kompak, dipimpin James Earl Jones yang mengisi suara Mufasa. James merupakan pengisi suara di versi animasi sebagai Mufasa. Kemudian ada John Oliver pengisi suara Zazu dengan aksen Inggrisnya, Alfre Woodard yang wibawa mengisi suara Sarabi, serta Chiwetel Ejiofor dan Donald Glover tampil cocok mengisi suara Scar dan Simba.  

The Lion King merupakan film live-action yang membuatmu bernostalgia masa kecil dan menyanyikan lagu-lagu soundtrack ikonik. Walau tak banyak kejutan, namun kita dimanjakan dengan visual yang ciamik dan pengisi suara yang solid.


Video Terkait:



0 Comments

We'll never share your email with anyone else.